Jumat, 01 November 2013

Penulisan Referensi dari Buku

References from Books… Sebagai lanjutan dari cara penulisan daftar pustaka, sekarang saatnya kita memahami cara menulis referensi dari buku. Karena saya bukan pakar dalam menulis skripsi, tesis ataupun disertasi dan saya juga (pura-pura) tidak tahu cara menuliskan referensi atau bibliografi, maka dari itu mari kita teruskan saja pembahasan mengenai penulisan referensi menurut Holtom dan Fisher (1999: 30-31) di bawah ini:

Follow the same principles when writing the reference details for books.

1.       When you reference books, cite the authors, the date, title, the town or city where it was published, and the name of the publisher. For example:

CARA PENULISAN DAFTAR PUSTAKA

daftar pustaka atau sering disebut bibliografi, jelas sangat penting untuk tulisan ilmiah. Jika tidak menyertakan daftar pustaka dalam karya tulis ilmiah, tentu tulisan kita dianggap tidak memenuhi kriteria tulisan ilmiah.

Oleh karena itu, kami mencoba memberikan beberapa informasi cara penulisan Daftar Pustaka dari berbagai sumber agar memudahkan anda yang sedang mengerjakan tugas ilmiah baik menulis laporan, makalah, skripsi, thesis atau bahkan disertasi. 

Ada banyak model penulisan daftar pustaka, setidaknya ada dua format penulisan daftar pustaka paling populer saat ini : APA (American Psychological Association) Style dan MLA (Modern Language Association) Style. 

Jelas kedua model penulisan tersebut sangat berbeda, umumnya APA digunakan pada karya ilmiah berkenaan dengan social sciences, sedangkan MLA digunakan pada karya ilmiah yang berhubungan dengan the liberal arts and humanities.  

Metode Pengumpulan Data Kuantitatif

Menurut Jhonson & Christensen (2000: 126), method of collection data is technique for physically obtaining data to be analyzed in a research study.  Metode pengumpulan data  diartikan sebagai teknik untuk mendapatkan data secara fisik untuk dianalisis dalam suatu studi penelitian.
Untuk mendapatkan data yang baik maka perlu dikembangkan suatu instrumen yang baik dan sesuai dengan tujuan penelitian kita. Mertens menguraikan  beberapa langkah dalam mengembangkan instrumen yaitu:

Metode-Metode pada Penelitian Kuantitatif


Beberapa metode penelitian kuantitatif yang cukup sering digunakan adalah survei dan eksperimen.

Metode Survei
Metode survei adalah metode penelitian yang menggunakan kuesioner sebagai instrumen utama untuk mengumpulkan data. Metode ini adalah yang paling sering dipakai di kalangan mahasiswa. Desainnya sederhana, prosesnya cepat. Tetapi bila dilakukan dengan sembrono, temuan survei ini cenderung superficial (dangkal) meskipun dalam analisisnya peneliti menggunakan statistik yang rumit.

Teknik Menulis : Show Don't Tell

Semua penulis pernah mendengar ini : Gunakan teknik 'Show, don't Tell' pada cerita, atau para pembaca tidak akan peduli. Tapi apa artinya: 'Show, not Tell'? Bagaimana kita bisa memaksa pembaca untuk merasakannya?

Jawabannya :kita tidak bisa memaksa pembaca untuk merasakan apa-apa. Kita hanya dapat menunjukkan pada mereka konteks cerita yang dapat mengeluarkan emosi pembaca.