Sabtu, 14 Januari 2012

7 Hewan Hasil Evolusi

1. Ular Long Nosed Vine
Ular Long nosed vine adalah ular pohon yang ramping hijau yang ditemukan di India, SriLanka, Bangladesh, Myanmar, Thailand, Kamboja dan VietnamUlar Long nosed vine Tidak Terlalu Berbisa . Ular ini biasanya makan kodok dan kadal . Mereka Bergerak Lambat,
Mengandalkan penyamaranya sebagai daun di dedaunan. 

2. Olm
Olm, atau Proteus (Proteus anguinus), adalah amfibi asli perairan Dinarik karst yang mengalir melalui sungai Soča didekat Trieste di Italia, melalui Slovenia selatian, Kroatia barat daya, dan Herzegovina. Olm adalah satu-satunya spesies pada genus Proteus, spesies Eropa satu-satunya pada famili Proteidae, dan satu-satunya chordate yang mendiami goa. Olm juga disebut ikan manusia karena kulitnya yang seperti manusia, salamander goa atau salamander putih. Binatang ini mampu beradaptasi pada wilayah bawah tanah yang gelap. Walaupun olm amfibi, namun ia sepenuhnya tinggal di air, makan, tidur dan bahkan berkembang biak di air

3. Sea Angel
Sea Angel sebelumnya dikenal sebagai salah satu jenispteropod, adalah kelompok besar siput laut kecil dalam enam keluarga yang berbeda. Ini adalah moluska gastropoda laut pelagis opisthobranch di Gymnosomata klade dalam Heterobranchia clade yang lebih besar. Sea Angel juga kadang-kadang dikenal sebagai "cliones",tetapi ini berpotensi menyesatkan karena Clionidae keluargahanyalah salah satu dari keluarga dalam clade ini. Data molekuler terbaru menunjukkan bahwa bentuk gymnosomatakelompok saudara Thecosomata tersebut, planktonik lain,lemah-atau non-mineralisasi gastropoda, meskipun hal inihipotesis lama memiliki beberapa pencela terakhir

4. Horned Viper
Ditemukan di padang pasir Afrika Utara dan Timur Tengah, ular ini memiliki tanduk kecil, biasanya berukuran 50 cm. Mereka memiliki sepasang tanduk di atas mata, tetapi ada juga beberapa individu yang tidak punya atau hanya tumbuh sedikit. Mereka berbisa, tetapi gigitan mereka biasanya tidak fatal bagi manusia. Viper bertanduk ini secara resmi bernama "Cerastes Cerastes" tahun 1768, oleh naturalis Austria Nicolaus Laurenti. Cerastes adalah rakasa mistis asal Yunani , seekor ular yang bersembunyi di bawah pasir di padang pasir dan menyergap setiap makhluk yang lewat, menggunakan tanduk sebagai sebuah daya tarik.

5. Gurita Mantel
Hewan ini terlihat sangat kontras dengan gurita normal. Seolah-olah hewan ini berasal dari planet lain yang terjun kedalam laut dan menyukai tinggal di sana. Hewan betinanya 40.000 kali lebih berat dari yang jantan. Jantannya hanya memiliki panjang 2,4 cm sedangkan betinanya besar, dengan panjang lebih dari 2 meter. Jika merasa terancam, betina bisa memperbesar membrannya yang mirip mantel di antara lengan-lengannya sehingga terlihat lebih besar.

6. Kepiting Yeti
Dikenal juga sebagai “kepiting Yeti”, krustasea ini ditutupi dengan benda yang tampak sekilas seperti bulu, tetapi sebetulnya merupakan penutup setae yang padat, seperti yang ditemukan pada kaki beberapa jenis udang. Bulu-bulu ini kelihatannya berfungsi sebagai filter, mendetoksifikasi air dimana mereka hidup. Kepiting ini buta dan tidak berwarna dan hidup dalam kegelapan.


7. Atheris Hispida

Atheris Hispida ini merupakan seekor ular yang sangat berbisa, coba lihat dari bentuknya dian sangat terlihat garang dan tajam sekali, Atheris Hispida ini merupakan ular Viper kecil yang ditemukan di hutan hujan Afrika Tengah.  Atheris Hispida ini biasa disebut "Viper Pohon Bersisik" yang tumbuh hingga 75 cm, bentuknya sama seperti ular beludak , dimana Atheris Hispida ini memiliki taring yang dilipat di bagian depan rahang atasnya, belum ada penawar racun yang ditemukan, gigitannya menyebabkan kesulitan bernafas, pembekuan darah, rasa sakit dan bengkak, sampai kematian. Untungnya, ular beludak ini biasanya tinggal jauh dari pemukiman manusia, sudah sangat langka dan merupakan salah satu ular yang dilindungi

0 komentar:

Posting Komentar